5 Mitos Investasi Yang Paling Populer

Investasi adalah sesuatu yang menggerakkan emosi – bagaimanapun uang akan anda pertaruhkan disini dan saat anda menderita kerugian, mungkin dirimu akan merasa tidak baik.

Itulah salah satu alasan mengapa para investor sering mencari saran disetiap sudut, meminta teman-teman dan keluarga untuk mengarahkan dan memberikan bimbingan berupa nasihat, baik secara pribadi dan di televisi.

Tetapi dunia investasi penuh dengan kesalahpahaman, dan salah melangkah bisa mahal harganya. Dibawah ini adalah 5 mitos investasi yang paling popular dan perlu diingat. Mengetahui kebenaran bisa membuat anda menjauhi diri dari kesalahan yang mahal.

  1. Mitos pertama: Anda harus memilah-milah saham agar menjadi orang sukses

Dan bahkan, perdagangan saham sebaliknya diserahkan kepada ahlinya. Investor individu yang menggunakan strategi “Dollar-Cost Averaging” akan menjadikan portofolionya terdiversifikasi dan bukan merupakan cara mudah dapat uang.

Ini artinya, dalam istilah awam: Menginvestasikan sejumlah uang secara teratur, entah pasar naik atau turun, dan menyebarkan uang diantara campuran investasi yang mencakup perusahaan AS (baik besar dan kecil), perusahaan asing, obligasi, dan investasi alternatif seperti real estate.

Dengan melakukan hal tersebut, kemudian menggenggam investasinya dalam jangka panjang akan memberikan sebagian besar investor untuk pensiun dengan modal yang besar.

  1. Mitos kedua: Dana yang dikelola secara aktif akan memiliki biaya yang sangat tinggi

Reksadana ini dikelola oleh investor professional yang menarik tuasnya sehari-hari, membeli dan menjual investasi dalam dana sebagai upaya untuk mengalahkan patokannya, seperti S&P 500.

Tetapi upaya mengalahkan patokan sangat jarang terjadi: Bahkan tahun lalu, 86% dari manajer propesional dana yang besar (yang memegang saham perusahaan bernilai tinggi) bekinerja lebih buruk dari patokan mereka.

Menggosok adalah reksadana dikelola secara aktif yang lebih mahal dari dana yang dikelola secara pasif seperti ETF dan dana indeks, yang bertujuan untuk melacak patokan orang-orang tanpa manajemen yang professional.

Bahkan, dana yang dikelola dengan aktif secara signifikan lebih mahal saat anda melihat rasio pengeluaran aset yang berbobot. (“Aset berbobot” sama artinya rasio menempatkan nilai yang lebih pada dana yang lebih besar dimana hal ini dilakukan oleh para investor, untuk memberikan gambaran yang lebih baik dari sesuatu yang investor bayarkan).

Rata-rata biaya rasio 0,70% untuk dana yang dikelola secara aktif, dibandingkan dengan rata-rata dana indeks yaitu 0,11% – menurut Perusahaan Penanaman Modal. Pada investasi senilai US$ 10.000 disisakan untuk bertumbuh sebesar 7% lebih dari 35 tahun, yang bisa membuat perbedaan lebih dari US$ 18.000 atas saldo akhir.

  1. Mitos ketiga: Anda harus memeriksa rekening investasimu setiap hari

Richard Thaler – seorang professor perilaku keuangan dan ekonomi di Universitas Chicago berkomentar selama Agustus tentang koreksi pasar saham: “Ambil napas, hembuskan. Ulangi. Lalu saksikan ESPN”. Dengan kata lain, melakukan apapun tetapi masuk kea kun anda dan membuat perubahan.

Tentu saja, anda ingin mengawasi hal-hal yang difavoritkan dan menyeimbangkannya saat alokasi asetmu keluar dari jalur. Tetapi anda harus menghindari pemeriksaan akunmu saat pasar saham sedang bekinerja buruk. Dengan mengawasi setiap pergerakan saldo hanya akan membuat anda mengambil keputusan secara emosional, yang tidak memiliki tempat dalam berinvestasi.

  1. Mitos keempat: Hanya orang-orang kaya yang dapat berinvestasi

Anda dapat mulai berinvestasi dengan modal yang sangat minim, terutama saat atasanmu menawarkan rencana tabungan masa pensiun 401(k). Akun ini didanai dengan penggantungan gaji, yang berarti uang itu dipindahkan keluar dari gajimu dalam jumlah pilihan anda sendiri.

Anda bisa mulai dengan sekitar 1% dari gajimu. Tetapi jika atasan anda menawarkan untuk menyesuaikan kontribusimu sampai batas, cobalah untuk berkontribusi setidaknya cukup untuk meraih semua dolar yang sesuai.

Investasi melalui 401(k) memungkinkan anda untuk menghindari investasi minimum yang sering dibutuhkan oleh reksadana. Tetapi jika anda tidak memiliki akses ke 401(k), anda dapat membuka akun di MyRa atau IRA.

MyRa adalah versi dari Roth IRA yang dapat didanai dengan penggantungan gaji (jika anda memiliki deposit langsung), transfer antar bank atau pengembalian pajak. Kemudian uang anda akan diinvestasikan di obligasi pemerintah yang didukung oleh AS, yang berarti aman dan tidak memiliki biaya minimum, tetapi juga menawarkan tingkat pengembalian yang rendah.

Bagi kebanyakan orang, IRA adalah pilihan yang sangat baik karena memiliki jangkauan pilihan investasi yang lebih luas. Anda dapat membuka akun Roth atau IRA melalui makelar online.

  1. Mitos kelima: Investasi muncul dengan biaya yang tinggi dan tidak dapat dihindari

Ini adalah mitos kebenaran yang kecil, dimana biaya dalam batas tertentu tidak dapat dihindari saat berinvestasi. Tetapi mereka dapat diminimalkan dan investor yang cerdas akan mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Langkah pertama hanya dengan memperhatikan biaya yang anda bayar, yang bisa berkisar dari biaya administrasi dalam 401(k) dengan rasio biaya investasi yang telah anda pilih.

Jika anda membayar biaya administrasi 401(k), memberikan kontribusi yang cukup untuk mendapatkan semua penyesuaian karyawan yang tersedia. Kemudian, buka akun IRA dan mulai mengirimkan kontribusi didalamnya. Anda dapat menemukan biaya rencana 401(k) dalam laporan tahunan. Bahkan jika rencanamu memilii biaya yang wajar, IRA adalah pilihan yang sangat baik bagi sebagian besar oang setelah penyesuaian perusahaan terpenuhi karena memiliki pilihan investasi yang lebih luas.

Sangat mudah untuk menemukan IRA yang tidak membebankan biaya administrasi, walaupun anda harus menggali jadwal biaya makelar anda lebih dalam lagi – yang akan didaftarkan pada biaya untuk hal-hal seperti menutup akun atau tidak aktif, serta biaya transaksi untuk membeli atau menjual investasi.

Tidak peduli apapun jenis akun yang anda gunakan untuk berinvestasi, pilihlah investasi dengan biaya rendah seperti dana indeks dan ETF.